Apakah Jerawat Itu?

jerawat

Pada dasarnya jerawat adalah gangguan dari unit pilosebaceous, atau yang lebih dikenal sebagai pori atau folikel rambut. Menurut American Academy of Dermatology, jerawat merupakan jenis gangguan kulit yang paling umum di Amerika Serikat. Acne Vulgaris merupakan jenis jerawat yang paling umum terjadi dan dapat digolongkan sebagai penyakit radang kronis pada kulit.

Jerawat dapat dikenal melalui timbulnya bintil-bintil (zit, blackhead dan whitehead) yang terdapat di wajah, leher, dada, punggung dan lengan bagian atas. Jerawat jarang ditemukan di bagian tubuh selain yang telah disebutkan tersebut. Perkembangan jerawat sangat bervariasi, dari sangat ringan hingga sangat parah.

Pada umumnya jerawat paling sering diderita pada masa remaja dan pra remaja. Tiga per empat dari remaja akan mengalami masalah dengan jerawat. Bila dilihat dari jenis kelamin, maka remaja putra dan putri memiliki peluang yang sama untuk menghadapi masalah dengan jerawat. Namun remaja putra cenderung mengalami jerawat yang lebih lama dan lebih parah dibanding remaja putri.

Meskipun demikian, jerawat tidak hanya menyerang remaja. Cukup banyak pria dan wanita dewasa yang mengalami masalah dengan jerawat. Bahkan jerawat juga menyerang bayi, balita dan anak-anak.

Munculnya jerawat dipicu oleh penumpukan minyak dan sel kulit mati yang terjebak di dalam folikel rambut. Penumpukan minyak dan sel kulit mati tersebut menyebabkan penyumbatan di pori-pori. Sebenarnya komedo juga dipicu oleh penumpukan minyak dan sel kulit mati di folikel rambut. Namun penumpukan tersebut tidak memicu radang di kulit.

Penumpukan minyak dan sel kulit mati di folikel yang disertai dengan serangan bakteri akan mengakibatkan pecahnya dinding folikel. Keadaan ini menimbulkan peradangan yang berwarna kemerahan. Warna noda yang ditimbulkan dari peradangan bervariasi, tergantung pada kerusakan yang terjadi pada dinding folikel dan benyaknya infeksi yang terjadi. Pada kasus jerawat yang parah, dapat terjadi lesi dan kista.

Sebagian besar penderita jerawat memiliki beberapa lesi yang tidak meradang maupun komedo. Namun tidak semua penderita jerawat selalu mengalami kesakitan dari jerawat yang meradang.

Hingga saat ini belum ada penyebab pasti dari jerawat. Karena munculnya jerawat dapat dipicu oleh berbagai faktor. Namun orang-orang dengan kulit berminyak termasuk ke dalam golongan yang sangat rentan untuk menderita jerawat. Hal ini disebabkan oleh minyak yang berlebih dapat dengan mudah terjebak di dalam pori-pori dan membentuk sebuah impaksi.

Selain itu kulit yang rentan terhadap jerawat juga menghasilkan kulit mati yang lebih banyak dibanding kulit normal. Sel-sel kulit mati tersebut kemudian bercampur dengan minyak dan menciptakan komedo. Minyak berlebih dan kulit mati yang terjebak di dalam pori-pori merupakan tempat tinggal yang nyaman bagi bakteri. Bakteri yang paling sering dijumpai pada penderita jerawat yang meradang adalah Probionibacteria Acnes.

Seperti yang telah diuraikan sebelumnya, jerawat paling mudah menyerang remaja, terutama pada masa puber. Hal ini disebabkan karena produksi hormon Androgen yang merangsang kelenjar sebaceous dan mengakibatkan kulit berminyak.

Sebagian besar ahli kulit setuju bahwa kehadiran hormon Androgen sangat mempengaruhi munculnya jerawat. Selain pada masa puber, seorang wanita juga akan mengalami fluktuasi hormon yang sangat besar pada masa menjelang menstruasi, kehamilan, menopause dan premenopause. Selama masa-masa tersebut, peluang munculnya jerawat sangat besar.

Faktor lain yang dapat memicu kehadiran jerawat adalah penggunaan kosmetik, terutama yang mengandung minyak dan penggunaan produk perawatan rambut tertentu. Selain itu konsumsi obat-obatan seperti steroid dan estrogen juga dapat memicu jerawat. Hal lain yang perlu diperhitungkan adalah faktor keturunan. Jika orang tua Anda pernah memiliki masalah dengan jerawat, maka kemungkinan besar Anda juga akan menghadapi masalah yang sama.

Jerawat merupakan masalah kulit yang rumit dan hingga saat ini belum ada obat yang seratus persen dapat menyembuhkan seseorang dari jerawat. Hal ini disebabkan karena beragamnya penyebab jerawat yang harus diatasi dengan cara tersendiri. Namun yang terpenting dalam mengatasi jerawat adalah kesabaran dalam menjalani terapi sehingga kemunculan jerawat dapat dikontrol dengan baik.

Pada kasus jerawat ringan, pengobatan dapat dilakukan di rumah dengan menggunakan produk perawatan kulit yang mengandung benzoil peroksida atau asam salisilat. Namun bila Anda mengalami jerawat akut atau perawatan di rumah tidak berhasil, ada baiknya Anda segera berkonsultasi dengan dokter kulit yang terpercaya.

Informasi lengkapnya langsung <<KLIK DISINI>>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *